Langsung ke konten utama

(AMANAH NEWSPAPER) HENDRICO ZAFARI-MASLAMAH FOUNDATION MENGAYOMI ANAK-ANAK MARGINAL

                   



Maslamah Foundation yang bermakna “Penyelamat” diambil dari salah satu nama pendiri Yayasan. Berbagai bentuk kegiatan sosial telah dilakukan komunitas ini, dari belajar bahasa Indonesia, Inggris hingga bahasa Jepang.
            Salah satu pendiri Maslamah Foundation, Hendrico Zafari menuturkan, lembaga yang dibentuknya ini didirikan bersama, Aida, M. A yang juga penulis buku motivasi “Ya Rabb, Aku Galau”.
            Sejak lima bulan, ayah rico, begitu beliau akrab disapa. Telah beberapa kali membuat kegiatan untuk anak-anak asuhnya. Yang berlokasi di jalan Moh. Kahfi I, gang kemenyan, Ciganjur, Jakarta Selatan.
            Berikut petikan wawancara reporter Saifullah dari Amanah dengan pendiri Komunitas Maslamah Foundation, selasa(7/6).

            Apa tujuan anda membuat komunitas Maslamah Foundation?
            “Selaku manusia, tentu kita tidak bisa puas dulu, karena ada hal yang belum tercapai. Nah, sampai sekarang, saat saya sudah punya anak-anak didik yatim ini, sebenarnya target saya belum tercapai. Saya mendirikan maslamah foundation, tidak seperti oranglain yang punya perusahaan, untuk bisa menutup kekurangan yang ada di sini. Namun, saya hanya punya satu niat, agar kelak anak-anak yang telah terdidik di sini, dengan beragam budaya dan kulturnya, dapat menjadi orang yang bisa membanggakan.

            Program apa yang sering diajarkan di Maslamah Foundation?
            “Kami fokusnya ke teater dan musik. Kenapa saya fokus kea rah itu? Manusia itu diciptakan dari otak kanan, dan kiri. Ketika otak kiri untuk hitungan, maka kanan untuk kesenian. Saya sendiri suka menggunakan otak kiri. Saya kira, karena saya menggunakan otak kiri maka saya tidak seimbang. Nah, saya ingin keseimbangan tersebut ada pada anak-anak ini melalui teater dan musik. Selain itu, saya ingin anak-anak ini agar bisa disiplin dan menghargai sesama.”

            Selama berjalan lima bulan, apa kendala mengurus anak-anak Marginal?
            “Saya melihat kendala dan hal-hal yang dirasakan berat, merupakan suatu tantangan. Setiap pekerjaan, akan selalu ada tantangannya. Namanya juga anak-anak, pernah satu kali, ketika hendak latihan, padahal dua kali pertemuan lagi akan tampil. Jadi mau tidak mau, kadang saya harus menjemput anak-anak yang lagi main kelereng, mandi, dan sebagainya. Lucu, ya. Tapi kalau kita yang sudah dewasa, tidak mungkin seperti itu. Apalagi sudah ada jadwal. (Saifullah/DESK).




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Portalsatu.com Kegiatan Maslamah Foundation

Cara Kreatif Maslamah Foundation Berdayakan Anak-anak Pemulung di Jakarta PORTALSATU - 14 March 2016 16:15
JAKARTA - Maslamah Foundation yang digawangi Hendricozricko dan Aida M.A mengadakan event berbagi bersama anak-anak pemulung sekitaran Jakarta Selatan, Minggu, 13 Maret 2016. Kegiatan yang difokuskan di lapak pemulung Ragunan ini dihadiri sekitar 40 anak yang tergabung dari tiga lapak pemulung yaitu Ragunan, Kebagusan dan Pejaten). Selebihnya hadir pula sekitar 20 relawan yang tergabung dari Green Indonesia Foundation (GIF), Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI), Forum Lingkar Pena (FLP) Ciputat dan El jundis. Founder Maslamah Foundation, Hendricozricko mengatakan, serangkaian kegiatan berbagi yang diberi tema “Sampahmu Jadi Karya dan Nada” ini sebenarnya diperuntukkan dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret 2016 yang lalu. "Pada dasarnya kegiatan ini merupakan keinginan kami untuk berbagi dengan adik-adik di lapak pemulung, karena bagi kami, h…

Jakartaforum.com Kegiatan Maslamah Foundation

Maslamah Foundation Ubah Sampah Jadi Karya dan NadaReply 22.26 A+A-EMAILPRINT
Jakarta - Maslamah Foundation Ubah Sampah Jadi Karya dan Nada. Maslamah Foundation yang digawangi oleh Hendricozricko dan Aida M.A mengadakan event berbagi bersama adik-adik di lapak pemulung sekitaran Jakarta Selatan, Minggu (13/03). 

Kegiatan yang difokuskan di lapak pemulung Ragunan ini  dihadiri oleh sekitar 40 orang anak yang tergabung dari 3 (tiga) lapak pemulung (Ragunan, Kebagusan dan Pejaten). Selebihnya hadir pula sekitar 20 volunteer yang tergabung dari Green Indonesia Foundation (GIF), Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI), Forum Lingkar Pena (FLP) Ciputat dan El jundis.

IDUL ADHA 1438H

Kami keluarga besar Rumah Baca Kreatif Maslamah Foundation mengucapkan, Happy EId Adha 1438H. Moga kita berizzah dalam hati dan sikap agar menjadi generasi yang taat dan rela berkorban demi agama Allah.