Langsung ke konten utama

Hendrico, Lewat Maslamah Foundation Menjadi Penyelamat Anak-anak Marginal




            Jakarta, 27 April 2016. Suasana di rumah Maslamah Foundation sore itu terasa nyaman, di luar hujan masih rintik-rintik saat admin berbincang dengan founder dari Maslamah Foundation, siapa dia? Ya… Dia bernama Hendrico Zafari, atau lebih dikenal dengan nama popularnya Hendricozricko.

            Hendricozricko berkisah bagaimana awalnya Maslamah Foundation ia dirikan sejak awal tahun 2016 ini. Baginya setiap manusia itu tidak mungkin diam di tempat, atau stagnant, jika bukan maju tentu saja akan mundur.

Bersama adik-adik di Lapak Pemulung Ragunan

            “Aku sendiri ingin lebih maju dari sebelumnya, memiliki kebermanfaatan bagi yang lain. Hal inilah yang menjadi point awal keinginanku untuk mendirikan sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, seni dan budaya. Keinginan ini yang membawaku untuk menggali dan belajar lebih banyak hal lagi, bagaimana seharusnya menanamkan kecintaan terhadap seni, budaya dalam keseharian anak-anak. Lalu bagaimana indahnya membuat mereka tersenyum dengan usaha-usaha kecil ini, namun menjadi sebuah pencapaian besar bagiku dalam bentuk amalan, semoga membawa kebaikan bagiku dan keluargaku.” Jelas Rico yang biasa dipanggil Udo oleh para volunteer di Maslamah Foundation.

            “Nama Maslamah sendiri aku ambil dari nama seorang perempuan yang menjadi sebuah cermin dan jantungku. Ia istri tercinta, Aida, M. A (Aida Maslamah) yang artinya tangan-tangan penyelamat, jadi maslamah foundation adalah yayasan penyelamat, untuk siapapun yang membutuhkan dan semoga kami benar-benar menjadi penyelamat, Insya Allah” ungkap lelaki yang berasal dari Sumatera Barat ini.

            Sudah bukan rahasia lagi, jika lelaki dari Sumatera Barat mempunyai budaya merantau dan membangun kerajaan bisnisnya dimanapun mereka berada. Bagi Hendrico, kegiatan sosial dan bisnis itu merupakan dua hal yang saling terkait satu sama lainnya, bisnis, seni dan sosial, merupakan triangle dalam hidupnya. Memberi dan melakukan hal-hal yang bersifat sosial bukanlah kegiatan yang bisa membuat hidupnya menjadi sekarat, justru kegiatan sosial bersinergi dengan bisnis kuliner “Uda Rico” yang sedang ia jalankan bersama istri saat ini.

            “Banyak orang mengatakan bahwa antara agama dan dunia harus dipisahkan, namun menurut saya itu pernyataan yang salah. Bisnis mungkin terasa sangat “dunia” namun kebaikan hidup beragama juga bisa dihadirkan dalam bisnis, ingat! Ada hak orang lain dalam harta kita, ada infaq, shadaqah dan zakat yang harus ditunaikan, dan itu sangat berhubungan dengan penyalurannya, yaitu lewat kegiatan sosial. Bisa jadi, kelancaran sebuah usaha karena kita sudah berbagi dengan anak-anak Yatim Dhuafa, doa mereka Insya Allah selalu diijabah” Jelasnya lugas.

            Ketika ditanyakan mengenai pendidikan anak-anak Indonesia, Hendrico yang juga biasa dipanggil Ayah Rico ini mengakui bahwa masih banyak hak-hak anak-anak yang belum terpenuhi dalam hal pendidikan. Indonesia ini begitu luas dari Sabang hingga Meurauke, kerja besar, kerja keras dan pematangan regulasi, dan aksi yang utama dalam pemenuhan hak mendapat pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.

            Pendidikan Indonesia saat ini lebih banyak berkutat pada teori-teori hafalan sementara untuk bersaing dengan anak-anak dari belahan bumi yang lain yang dibutuhkan adalah kreatifitas,  karena melihat kondisi ini, maka kami di Maslamah Foundation mengembangkan pendidikan kreatif. Mulai dari creative writing, mengoles barang bekas hingga kelas entreprenership. Satu hal lagi, perlu adanya pengembangan karakter dengan dasar Emotional dan Iman, agar ketika rapuh akan segera kembali pada pemilik hidup.






            Tentu saja kerja didik seperti ini dibutuhkan kerjasama dengan kementrian pendidikan dan berbagai stakeholder yang berhubungan dengan pendidikan, agar adanya apresiasi terhadap anak bangsa yang berprestasi. Semua diaspora Indonesia di luar negeri hendaknya diajak kembali ke Indonesia, membangun negeri ini, seperti yang pernah dilakukan oleh presiden Korea Selatan di awal kebangkitan Korsel paparnya menutup bincang pagi kami hari ini.


Bersama adik-adik RUMBA, Berlatih Teater


Hendricozricko, terlahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara di ranah Minang, selasa, 05 Oktober. Ia menghabiskan masa kecilnya di kota senja tepatnya Sumatera Barat, melakukan banyak kegiatan seni dan teater. Saat ini Hendrico aktif di kegiatan-kegiatan sosial, mendirikan usaha bisnis kulinernya “Uda Rico” dan masih aktif sebagai artistic untuk pembuatan iklan dan film layar lebar. Saat ini Hendrico juga sedang  mempersiapkan album untuk novel-novel Aida M. A (Theme Song), serta proses penerbitan Antologi Puisi-Maslamah Foundation.

Hendrico bisa dihubungi melalui
FB Hendricozricko
Twitter @hendrico_zricko
IG Hendricozricko

           


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Portalsatu.com Kegiatan Maslamah Foundation

Cara Kreatif Maslamah Foundation Berdayakan Anak-anak Pemulung di Jakarta PORTALSATU - 14 March 2016 16:15
JAKARTA - Maslamah Foundation yang digawangi Hendricozricko dan Aida M.A mengadakan event berbagi bersama anak-anak pemulung sekitaran Jakarta Selatan, Minggu, 13 Maret 2016. Kegiatan yang difokuskan di lapak pemulung Ragunan ini dihadiri sekitar 40 anak yang tergabung dari tiga lapak pemulung yaitu Ragunan, Kebagusan dan Pejaten). Selebihnya hadir pula sekitar 20 relawan yang tergabung dari Green Indonesia Foundation (GIF), Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI), Forum Lingkar Pena (FLP) Ciputat dan El jundis. Founder Maslamah Foundation, Hendricozricko mengatakan, serangkaian kegiatan berbagi yang diberi tema “Sampahmu Jadi Karya dan Nada” ini sebenarnya diperuntukkan dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret 2016 yang lalu. "Pada dasarnya kegiatan ini merupakan keinginan kami untuk berbagi dengan adik-adik di lapak pemulung, karena bagi kami, h…

Jakartaforum.com Kegiatan Maslamah Foundation

Maslamah Foundation Ubah Sampah Jadi Karya dan NadaReply 22.26 A+A-EMAILPRINT
Jakarta - Maslamah Foundation Ubah Sampah Jadi Karya dan Nada. Maslamah Foundation yang digawangi oleh Hendricozricko dan Aida M.A mengadakan event berbagi bersama adik-adik di lapak pemulung sekitaran Jakarta Selatan, Minggu (13/03). 

Kegiatan yang difokuskan di lapak pemulung Ragunan ini  dihadiri oleh sekitar 40 orang anak yang tergabung dari 3 (tiga) lapak pemulung (Ragunan, Kebagusan dan Pejaten). Selebihnya hadir pula sekitar 20 volunteer yang tergabung dari Green Indonesia Foundation (GIF), Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI), Forum Lingkar Pena (FLP) Ciputat dan El jundis.

IDUL ADHA 1438H

Kami keluarga besar Rumah Baca Kreatif Maslamah Foundation mengucapkan, Happy EId Adha 1438H. Moga kita berizzah dalam hati dan sikap agar menjadi generasi yang taat dan rela berkorban demi agama Allah.